Pages

Minggu, 18 Desember 2011

Pemilihan presiden di Kelas KI


Presiden merupakan kepala negara yang memimpin mayarakat luas, namun bagaimana jadinya jika pemilihan presiden dilakukan di kelas. Seru pastinya. Mempunyai mimpi itu gratis. Untuk  itulah kami mahasiswa Sistem Informasi ITS hari ini berlomba berangan – angan menjadi presiden republik Indonesia. Awalnya kami membuat draft daftar mimpi yang akan kami lakukan jika kami menjadi presiden. Janji apa yang akan kami berikan apabila kami terpilih menjadi presiden nantinya. Yang terbaik akan memperoleh kesempatan untuk menjadi calon presiden dan mengorasikan mimpinya. Seru bukan? Penilaian dimulai dari berbagai macam kategori. Namun bukan hanya draft yang bagus yang kami cari. Namun juga mimpi yang lucu dan kocak. Hingga di dalam kelas B ini terpilih dua orang dengan mimpi yang sangat kocak. Feddy dan Arif.
Mimpi Feddi yang paling menggelitik hati saya adalah pemberian komputer gratis ke seluruh lapisan rakyat Indonesia. Benar – benar ide cermelang khas anak jurusan IT sekali. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa di era sekarang ini perkembangan teknologi amatlah cepat bahkan ketika kita mengedipkan mata sebuah metode teknologi telah ditemukan. Semua ini dasarnya untuk memudahkan kehidupan masyarakat sendiri, tujuan utama ditemukan teknologi. Sehingga manusia tidak akan ketinggalan apa pun yang terjadi muka bumi ini. Namun, sayangnya hal tersebut masih belum berlaku benar di masyarakat Indonesia. Kemajuan teknologi justru semakin menyebabkan kepincangan dan ketertinggalan pada masyarakat lapisan bawah. Penyebab tentu saja masalah ekonomi. Dengan ide Feddi untuk memberikan komputer kepada rakyat diharapkan Indonesia tidak akan tertinggal dari negara lain. Jika perlu para mahasiswa Sistem Informasi harus menjadi pendobrak keadaan dan menjadi pencetus era baru berteknologi Indonesia.
Di sisi lain Arif tidak begitu saja, menerima orasi yang diberikan Feddi. Dia menjanjikan pemberantas kaum banci dan pengembalian manusia sesuai dengan kodratnya. Mantab gan. Lanjutkan perjuanganmu sekarang ini mungkin akan sangat berat. Mengingat kebebasan gaya hidup manusia saat ini yang telah melebihi batas kewajaran.
Setelah setiap calon presiden berorasi di depan kelas, langkah selanjutnya mereka menjawab pertanyaan dari audiens. Tidak jarang mereka mendapat cemooh tentang ide mereka yang sangat tidak realistis dan tidak dapat diaplikasikan di dunia nyata. Namun, percayalah kawan bahwa semua mungkin terjadi selama kita mempunyai kepercayaan itu sendiri. Setelah mengalami perdebatan yang panjang akhirnya terpilihlah Feddi sebagai presiden kelas B. Selamat ya, lanjutkan dperjuanganmua samapai akhir.

0 komentar:

Posting Komentar